Wali Kota Respati Ardi Sebut Solo Termasuk Daerah Rawan Perdagangan Narkoba

Berita70 Views
banner 468x60

SOLO—Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan Solo termasuk daerah yang rawan perdagangan narkoba. Ia mengatakan hal itu berdasarkan laporan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan laporan tersebut, katanya, Kota Solo diidentifikasi sebagai daerah yang banyak penjual narkoba, ketimbang pengguna. Menurutnya, temuan di Solo ini terbilang unik sekaligus berbahaya.

banner 336x280

Al Abidin Solo: Sekolah dengan Segudang Prestasi Nasional & Internasional

“Yang harus digarsi bahawai, dan yang unik di Solo, itu kabanyakan bukan pengguna, tapi pedagang [narkoba]. Ini berbahaya sekali, ini perlu ada langkah strategis,” katanya di sela-sela kunjungannya di Rutan Kelas 1 Solo, Minggu (17/8/2025).

Ia meminta semua pihak bekerja keras untuk memutus jalur perdagangan narkoba di Kota Solo. Laporan dari BNN tersebut harus menjadi peringatan bersama. Sebab selama ini, penanganan narkoba masih hanya fokus pada pemakai.

“Mungkin hari ini kan kita fokusnya ke pemakai. Tapi ternyata pedagangan [narkoba di Kota Solo] ini juga menurut laporan data dari BNN juga sering terjadi. Jadi kalau tes urine, selalu lepas karena memang tidak terdeteksi, mereka jual tapi tidak pakai,” katanya.

Ketika ditanya terkait pemetaan wilayah mana saja yang rawan perdagangan narkoba, ia mengatakan sudah ada upaya pemetaan dan mengidentifikasi sejumlah titik rawan peredaran barang haram tersebut. Ia mengatakan terdapat setidaknya empat kelurahan. Namun Respati enggan menyebut detail mana saja kelurahan yang dimaksud.

“Kita sudah petakan daerah yang rawan. Dan kami sudah punya data titik-titik rawan itu. Ada empat kelurahan kalau tidak salah, tapi itu tidak bisa kami sampaikan. Di sanalah akan kita fokuskan untuk pencegahan dan peredarannya,” jelasnya.

Terkait pencegahan, ia mengatakan saat ini program kelurahan bebas narkoba di Kota Solo sudah berjalan.

Kemudian ketika ditanya upaya konkret yang bakal dilakukan untuk pencegahan perdagangan narkoba di Solo, ia mengatakan sudah akan ada program yang menggandeng BNN dan lainnya.

“Kami ada program khusus yang akan kita lakukan dengan kepolisian dan TNI dan BNN dalam waktu dekat. Tapi detailnya saat ini tidak untuk disampaikan,” katanya.

Namun, ia menekankan upaya yang dilakukan tetap harus diwujudkan melalui kolaborasi antar lembaga termasuk dari Pemkot, BNN, TNI, Polri, hingga masyarakat. “Ini perlu tentunya kolaborasi dengan pemerintah kota, dengan BNN, kepolisian, TNI, untuk meningkatkan kewaspadaan peredaran perdagangan narkoba di titik-titik rawan,” katanya.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *